Showing posts with label peradaban. Show all posts

Sekilas Kebesaran Bangsa Nusantara di Masa Silam [bagian kedua]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , ,

lanjutan

Fakta sejarah mencatat, betapa dengan penguasaan teknologi kelautan yang tinggi itu, di Nusantara telah tegak Negara-negara maritim yang kuat seperti Sriwijaya, Kalingga, Mataram, Singhasari, hingga Majapahit. Dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kelautan yang tinggi, penguasa Sriwijaya pada paruh abad ke-8 melakukan ekspansi menggempur Khmer, memenggal kepala raja Khmer bernama Mahipatiwarman; menggantinya dengan Jayawarman II yang sudah dididik di Jawa oleh Maharaja Syailendra (Hall, 1961).

Banawa Sekar Sebuah Ungkapan Zaman (bagian kedua)  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , , , ,

[sambungan Banawa Sekar Sebuah Ungkapan Zaman (bagian pertama)]


Sumpek, buntu, dan absurd.
            Baiklah, sekarang kita kembali saja kea lam, kembali tetirah ke pegunungan dan lembah, dimana kendaraan-kendaraan besar dan alat berat sedang “mensyukuri” nikmat Tuhan berupa ala mini, dengan menghabiskan sumber daya alam, yang disediakan oleh alam lewat rentangan berabad-abad lamanya. Yang keserakahan kita saat ini, menghabiskannya dalam hitungan bersin saja. Ketika ia akan ditambang, diumumkan bahwa hasilnya akan menetes ke setiap telapak tangan seluruh rakyat yang tengadah. Dan sekarang ketika hasilnya sudah akan habis; rakyat tetap menadahkan tangan, menunggu. Tapi yang jatuh di tadahan tangannya adalah janji, janji dan janji. Paradox of Plenty.

Banawa Sekar Sebuah Ungkapan Zaman (bagian pertama)  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Banawa Sekar
Sebuah Ungkapan Zaman


            Sebuah pesta besar demokrasi baru saja usai. Pemilihan umum, demikianlah namanya. Mempersaksikan bagaimana bangsa ini menyelenggarakannya sungguh membahagiakan. Tengoklah bagaimana KPU membelanjakan anggaran, memborong lembaran kertas suara, kotak suara, dan mendistribusikannya ke setiap jengkal mimpi rakyat. Sungguh sebuah pengorbanan tiada tara. Kenanglah bagaimana sejenis spesies bernama golput, si anak haram demokrasi, begitu ditakuti. Resapilah juga pengorbanan parpol & caleg-caleg yang menyediakan dirinya untuk memikirkan nasib sekian puluh juta saudaranya. Setidaknya untuk 5 tahun kedepan. Ia sebuah pesta bukan? Maka begitulah adanya TPS-TPS, dihiasi sedemikian laksana sebuah resepsi. Sebab pemilu adalah titik penting. Satu hari yang konon kata KPU, menentukan nasib bangsa selama 5 tahun kedepan. Lalu, bagaimana 5 tahun setelahnya? Ya tunggu pesta berikutnya. Toh, usia masa depan “hanya” sejengkal waktu berdurasi 5 tahun. “Sependek” jalan raya Anyer – Panarukan yang (katanya) dibangun Daendels.

Bahtera Seribu Aneka Bunga (bagian ketiga)  

Posted by Unknown in , , , , , , ,


Apa dan Mengapa Ruwatan Agung?
            Ruwatan yang sebenarnya merupakan langkah koreksi adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam ruang muamalah khas penduduk nusantara ketika individu atau masyarakat berharap akan datangmya kebaikan, yang dengan demikian artinya juga sekaligus menolak konsekwensi dari tindakan salah atau buruk. Sebenarnya di belahan negeri lain dan dalam setiap agama juga ada ritual semacam ini walaupun penamaan dan manifestasinya bisa saja berbeda demikian pula maksud dan alasan yang mendasari berbeda.

Surealisme Indonesia  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Surealisme Indonesia

Syahdan, suatu sore lebih dari setengah abad yangb lalu. Syaikh Muhammadn Salthut baru saja berjalan-jaln di suatu tempat di Pulau Jawa. Sepanjang perjalanan, Grand Syaikh Al Azhar itu berdesir darahnya. Setiap detik sepanjang hidupnya, Syaikh hanya menyaksikan Mesir yang bergurun seperti lautan pasir yang tidak berakhir. Namun kali ini, Syaikh menyaksikan pepohonan yang rimbun penuh dengan buah yang menggugah selera, sungai-sungai mengalir di bawahnya serta tanah yang subur ditumbuhi rerumputan. Persis seperti gambaran surga yang senantiasa Syaikh baca dari Al Qur’an. Dalam keterpesonaan, Syaikh Salthut –ulama besar yang menguasai segala ilmu itu- bergumam: Negeri inim sungguh seperti surga yang jatuh ke bumi. Rector Universitas Al Azhar itu mengaburkan batas antara kenyataan dan imaji. Kenyataan dan imaji pun saling berpeluk berkelindan. Mana yang nyata, mana yang imaji, tidak tegas lagi.

La Indonesia illa Nusantara  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , , , , , ,

La Indonesia illa Nusantara

9.1

Orang-orang Maiyah menangis hanya kepada Allah
Tidak kepada siapa dan apapun lainnya
Orang-orang Maiyah mensujudkan tangisnya
Di sajadah airmata Muhammad Imam tunggal kehidupannya
Sajadah airmata Rasulullah menjadi sungai panjang kerinduan
Mengalir menuju ufuk kesejatian dan keabadian
Mengalir hingga melampaui cakrawala akhir zaman
Sampai akhirnya menguap menghampa Di Sidratil Muntaha pesta sunyi rahasia

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa Saya Sedang Sakit [bagian kedua]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,


Regulasi Sebagai Sebuah Analgesik & Anti Inflamasi
            Sekian tahun bergabung di sebuah korporasi global, mengajarkan kepada saya bahwa kehidupan sebuah perusahaan ditopang dari dua hal utama yaitu tercapainya target pemasaran dan target pertumbuhan. Pencapaian target pemasaran diupayakan agar perusahaan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini. Serta target pertumbuhan ditetapkan dengan tujuan agar perusahaan memiliki peluang untuk tetap hidup dan bertahan serta berkembang di masa depan.

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa Saya Sedang Sakit [bagian pertama]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , ,

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa
Saya Sedang Sakit
Rio NS

            Anamnese sebagai satu SOP dalam penanganan penyakit oleh seorang dokter tidak jarang memunculkan satu kesulitan yang langsung menyergap ketika pasien harus menjelaskan “sedang sakit apa saya ini” karena akurasi yang membebani sehingga jawaban tersebut bisa dijadikan dasar bagi tenaga medis untuk melakukan diagnosa dan tentu saja langkah terapi pada tahap selanjutnya. Untuk itulah, pada dunia medis modern, dokter juga melihat gejala klinis dari sisi anatomi, fisologis dan bantuan diagnostik juga semakin canggih dengan menggunakan uji sample jaringan, penggunaan sinar rontgen dan olah laboratorium lainnya.