KEBAIKAN DAN KEJAHATAN
Sesungguhnya apa itu
kebaikan?
Sejatinya apakah itu
kejahatan?
Bagaimana manusia bisa
mengerti kebaikan tanpa adanya kejahatan?
Apakah mungkin
manusia paham kejahatan tanpa tahu kebaikan?
Bagaimana proses
pembelajaran tanpa mengenal keduanya?
Padahal kini indera
manusia dimanipulasi kepentingan,
kemampuan memahami kebaikan telah dibelokkan,
Apa yang kita lihat
bukan lagi wujud sewajarnya,
apa yang kita dengar
telah sirna ditelan berisiknya suara pengalih perhatian,
apa yang kita hirup
bukanlah aroma asli melainkan parfum buatan,
apa yang terasa di
kulit menjadi membingungkan karena baju seragam yang terlalu tebal,
lidah pun mati rasa
karena selalu mengecap racun-racun yang menyamar jadi makanan mewah.
Terlalu seringnya
dibutakan telah membuat manusia lupa caranya melihat yang sesungguhnya.
Bahkan manusia jadi
marah saat ditunjuki jalan yang sebenarnya,
karena ilusi telah menjadi
penglihatan buat mereka.
Jadi apa artinya
kebaikan maupun kejahatan buat mereka yang buta terhadap keduanya?
Apa guna kehadiran
kebaikan dan kejahatan bagi mereka yang tidak lagi peduli yang sejati?
Bukankah kebaikan dan
kejahatan itu seperti apa yang mereka sangkakan?
Karena keduanya
hanyalah makhlukNya dalam kesadaran nilai bagi manusia.
Jika semua indera
telah dimanipulasi, maka gunakan nalar dan hatimu agar tidak ikut
termanipulasi.
Yogyakarta, 01 Juni 2014 (radite manis/ 21 Ruwah 1947)
A.D.A.
This entry was posted
on Saturday, June 7, 2014
at 1:27 PM
and is filed under
buta,
kebaikan,
kejahatan,
kesadaran,
manipulasi,
prosa,
puisi
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.