Untuk Apa?  

Posted by Unknown

Harta dan pangan yang dibutuhkan untuk hidup ini sejatinya tidaklah banyak, ya hanya harta dan pangan untuk hidup ini.. Lalu apa yang membuat mereka, kalian, kita semua berusaha menumpuk segala harta dan pangan di dunia ini seolah esok hari sudah habis bumi ini, seolah perut ini mampu menampung semua, seolah harta akan disunggi ke alam akhirat dan selalu bisa kita bawa dan kita banggakan.


Siapa bilang tidak perlu harta, siapa yang tidak mau kaya raya, tapi pernahkah Tuhan kalian menekankan untuk menjadi kaya raya? Seingatku setiap agama berusaha menjadikan umatnya menjadi lebih baik, tak harus kaya.. Setahuku Tuhan selalu menekankan pada kemuliaan hidup bukan harta dan ketenaran.. Lalu darimana paradigma mengutamakan kekayaan dan ketenaran ini dimulai?Pernahkah kalian bertanya tentang hal itu? Padahal siapa yang tidak tahu bahwa hidup ini hanya sekejap? kenapa kebutaan menyelimuti kita? utama mana hidup kaya raya penuh ketenaran, dengan hidup mulia penuh ketenteraman? apakah benar adanya manusia mudah dikendalikan oleh mereka yang punya kepentingan untuk mengendalikan? Mungkin saudara-saudara saya ini sudah ada yang menduga tentang teori konspirasi. Sepertinya memang benar adanya petuah leluhur yang tertuang dalam macapat sinom:


Amenangi jaman edanEwuh aya ing pambudiMelu edan ora tahanYen tan milu anglakoniBoya kaduman melikKaliren wekasanipunNdilalah karsa AllahBegja-begjane kang laliLuwih begja kang eling lawan waspada


A.D.A
Yogyakarta, Sabtu legi 22 Ruwah 1947 Alip Jugrug 14

This entry was posted on Monday, June 23, 2014 at 3:52 PM . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 comments

Post a Comment