Showing posts with label surga. Show all posts

Surealisme Indonesia  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Surealisme Indonesia

Syahdan, suatu sore lebih dari setengah abad yangb lalu. Syaikh Muhammadn Salthut baru saja berjalan-jaln di suatu tempat di Pulau Jawa. Sepanjang perjalanan, Grand Syaikh Al Azhar itu berdesir darahnya. Setiap detik sepanjang hidupnya, Syaikh hanya menyaksikan Mesir yang bergurun seperti lautan pasir yang tidak berakhir. Namun kali ini, Syaikh menyaksikan pepohonan yang rimbun penuh dengan buah yang menggugah selera, sungai-sungai mengalir di bawahnya serta tanah yang subur ditumbuhi rerumputan. Persis seperti gambaran surga yang senantiasa Syaikh baca dari Al Qur’an. Dalam keterpesonaan, Syaikh Salthut –ulama besar yang menguasai segala ilmu itu- bergumam: Negeri inim sungguh seperti surga yang jatuh ke bumi. Rector Universitas Al Azhar itu mengaburkan batas antara kenyataan dan imaji. Kenyataan dan imaji pun saling berpeluk berkelindan. Mana yang nyata, mana yang imaji, tidak tegas lagi.

Takut Bercermin?  

Posted by Unknown in , , , , , ,

Jika surga adalah tempat yang sebaik-baiknya tempat dan dipeuntukkan bagi mereka yang baik, maka neraka adalah seburuk-buruknya tempat dan diperuntukkan bagi mereka yang buruk. Sudah barang tentu manusia akan berusaha menjadi baik, bahkan akhirnya berlomba-lomba untuk menjadi baik. Salah satu sifat dasar makhluk hidup adalah kompetisi. Maka dalam hal menjadi baik pun manusia akan menjadikannya sebagai kompetisi. Namun yang menjadi masalah adalah sudut pandang manusia yang terbatas dalam menilai kebaikan maupun keburukan, yang kemudian melahirkan yang namanya penilaian semu yang sebenarnya hanyalan penilaian wang-sinawang (berdasarkan beberapa sudut pandang saja) yang menimbulkan keresahan dan ketidak-relaan kalo sampai dirinya terlihat buruk. Ketakutan akan ancaman neraka dan penilaian orang lain yang memicu untuk tidak perlu membaca keburukan diri sendiri.