MAIYAH PETUNJUK ALLAH SWT
Totok Raharjo
Untuk
apa Allah SWT menyebut ma’a (akar kata maiyah) 161 (seratus enam puluh satu)
kali dalam Al Qur’an? Saya kira pesannya jelas bahwa ukuran kemakmuran, ukuran
kesejahteraan, ukuran kebahagiaan merupakan urusan bersama. Maka Allah menciptakan
modal kesejahteraan material berupa Sumber Daya Alam memang diperuntukkan untuk
kepentingan bersama bukan untuk memperkaya seseorang apalagi untuk menciptakan
ketidakadilan di masyarakat.
Namun
apa yang kita saksikan dalam kenyataan? Bahwa peperangan, pertikaian manusia
kalau diusut-usut pasti tengah urusan perebutan Sumber Daya Alam. Maka adakah
rahasia di balik 161 kali penyebutan ma’a dalam Al Qur’an?
Seharusnya
ada petunjuk tentang maiyah yang memperingatkan manusia untuk tidak serakah,
tidak hedonis, tidak korupsi karena segala yang berlebihan pasti akibatnya akan
merusak kebersamaan. Tentu dari 161 penyebutan ada rahasia tidak hanya prinsip
namun pastinya ada petunjuk teknis bagaimana manusia mengatur kebersamaan
(maiyah…?) Maiyah politik, maiyah budaya, maiyah ekonomi, yang menjamin
keadilan dalam kehidupan bersama manusia.
This entry was posted
on Tuesday, June 17, 2014
at 1:36 PM
and is filed under
kebaikan,
kebangsaan,
kemuliaan hidup,
kesadaran,
manusia,
negara,
nilai,
nusantara,
rasa
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.