Showing posts with label manipulasi. Show all posts

Sekilas Kebesaran Bangsa Nusantara di Masa Silam [bagian kedua]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , ,

lanjutan

Fakta sejarah mencatat, betapa dengan penguasaan teknologi kelautan yang tinggi itu, di Nusantara telah tegak Negara-negara maritim yang kuat seperti Sriwijaya, Kalingga, Mataram, Singhasari, hingga Majapahit. Dengan kemampuan memanfaatkan teknologi kelautan yang tinggi, penguasa Sriwijaya pada paruh abad ke-8 melakukan ekspansi menggempur Khmer, memenggal kepala raja Khmer bernama Mahipatiwarman; menggantinya dengan Jayawarman II yang sudah dididik di Jawa oleh Maharaja Syailendra (Hall, 1961).

Sekilas Kebesaran Bangsa Nusantara di Masa Silam [bagian pertama]  

Posted by Unknown in , , , , , , , ,

Sekilas Kebesaran Bangsa Nusantara di Masa Silam
Oleh: Agus Sunyoto

            Sebelum jaman modern yang ditandai Bangsa Eropa ke Nusantara, peradaban yang dibangun oleh suku bangsa - suku bangsa yang tinggal di berbagai pulau di negeri yang membentang diantara dua samudera ini sudah sangat tinggi. Semenjaka abad pertama Masehi, jalur perdaganganNusantara dengan Laut Merah dan Teluk Persia hingga Laut Cina telah terbentuk sebagaimana ditulis oleh para ahli abad-abad awal Masehi itu, penduduk Nusantara – dengan kapal-kapalnya yang besar maupun perahu-perahu kecil – diketahui sudah menjelajah hampir setiap negeri yang membentang antara Samudera Hindia dengan Samudera Pasifik dan mendirikan koloni-koloni di sana. Bahkan sejak awal abad masehi, Bangsa Nusantara sudah menciptakan kalender berdasarkan sistem astronomis dan matematika.

Bahtera Seribu Aneka Bunga (bagian ketiga)  

Posted by Unknown in , , , , , , ,


Apa dan Mengapa Ruwatan Agung?
            Ruwatan yang sebenarnya merupakan langkah koreksi adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam ruang muamalah khas penduduk nusantara ketika individu atau masyarakat berharap akan datangmya kebaikan, yang dengan demikian artinya juga sekaligus menolak konsekwensi dari tindakan salah atau buruk. Sebenarnya di belahan negeri lain dan dalam setiap agama juga ada ritual semacam ini walaupun penamaan dan manifestasinya bisa saja berbeda demikian pula maksud dan alasan yang mendasari berbeda.

Bahtera Seribu Aneka Bunga (bagian kedua)  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

[sambungan Bahtera Seribu Aneka Bunga (bagian pertama)]



Ironi Sebuah Negeri dengan Aneka Potensi
            Nusantara sebuah negeri kaya raya dengan keunggulan yang secara komparatif sulit dicarikan bandingannya di negeri manapun di dunia ini termasuk dalam hal keindahannya atau sebagaimana diibaratkan oleh Mpu Tanakung sebagai bahtera (perahu besar) sebagai lambang perjalanan kehidupan warga bangsa dengan aneka bunga nan indah di dalamnya, ternyata kembali di era ini tidak kunjung membuat sadar para elit akan potensi kebesaran yang bisa diraih bangsa dan negerinya.

Bahtera Seribu Aneka Bunga  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Bahtera Seribu Aneka Bunga
Upaya untuk Menggugah Kesadaran akan Potensi sebagai Bangsa Besar

Oleh: Achmad Rifai*

“Aku meninggalkan Jelitaku dahulu di peraduan, bukan karena aku lupa indahnya peraduan asmara, namun karena hasratku yang tak tertahankan untuk melukiskan keindahan tanah air” (Mpu Tanakung)

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa Saya Sedang Sakit [bagian kedua]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,


Regulasi Sebagai Sebuah Analgesik & Anti Inflamasi
            Sekian tahun bergabung di sebuah korporasi global, mengajarkan kepada saya bahwa kehidupan sebuah perusahaan ditopang dari dua hal utama yaitu tercapainya target pemasaran dan target pertumbuhan. Pencapaian target pemasaran diupayakan agar perusahaan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini. Serta target pertumbuhan ditetapkan dengan tujuan agar perusahaan memiliki peluang untuk tetap hidup dan bertahan serta berkembang di masa depan.

GAJAH MENCARI DAULAT  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

GAJAH MENCARI DAULAT
Sabrang Damar Panuluh


            Penjajahan paling efektif adalah bagaimana membuat si terjajah tak sadar bahwa dirinya dijajah. Penjajahan fisik itu kuno, berbiaya tinggi, dan beresiko tinggi.
Kalau dulu Belanda menjajah nusantara, pasti membutuhkan kekuatan militer yang besar. Kekuatan militer itu membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk me-maintain-nya. Semakin lama dijajah, si terjajah berubah menjadi bom waktu. Keresahan menimbulkan gerakan-gerakan yang pada waktunya akan meledak. Konflik akan terus terjadi dan lama kelamaan penjajahan jadi kegiatan yang sangat melelahkan. High cost high risk, tidak sesuai prinsip ekonomi katanya.

KEBAIKAN DAN KEJAHATAN  

Posted by Unknown in , , , , , ,

KEBAIKAN DAN KEJAHATAN


Sesungguhnya apa itu kebaikan?
Sejatinya apakah itu kejahatan?
Bagaimana manusia bisa mengerti kebaikan tanpa adanya kejahatan?
Apakah mungkin manusia paham kejahatan tanpa tahu kebaikan?
Bagaimana proses pembelajaran tanpa mengenal keduanya?
Padahal kini indera manusia dimanipulasi kepentingan,
 kemampuan memahami kebaikan telah dibelokkan,
keahlian untuk mengetahui kejahatan diburamkan.