Surealisme Indonesia  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Surealisme Indonesia

Syahdan, suatu sore lebih dari setengah abad yangb lalu. Syaikh Muhammadn Salthut baru saja berjalan-jaln di suatu tempat di Pulau Jawa. Sepanjang perjalanan, Grand Syaikh Al Azhar itu berdesir darahnya. Setiap detik sepanjang hidupnya, Syaikh hanya menyaksikan Mesir yang bergurun seperti lautan pasir yang tidak berakhir. Namun kali ini, Syaikh menyaksikan pepohonan yang rimbun penuh dengan buah yang menggugah selera, sungai-sungai mengalir di bawahnya serta tanah yang subur ditumbuhi rerumputan. Persis seperti gambaran surga yang senantiasa Syaikh baca dari Al Qur’an. Dalam keterpesonaan, Syaikh Salthut –ulama besar yang menguasai segala ilmu itu- bergumam: Negeri inim sungguh seperti surga yang jatuh ke bumi. Rector Universitas Al Azhar itu mengaburkan batas antara kenyataan dan imaji. Kenyataan dan imaji pun saling berpeluk berkelindan. Mana yang nyata, mana yang imaji, tidak tegas lagi.
Rupanya, Syaikh tidak sendirian. Sebab hingga bertahun-tahun kemudian gumaman Syaikh itu seperti setitik air yang menguap ke udara dan tumbuh berkembang hingga memenuhi cakrawala. Bukan! Bukan tentang keindahan negeri yangb bak surga ini yang menyelimuti cakrawala, namun perilaku surelis penghuninya yang tak habis-habis menguras akal sehat manusia. Silahkan ambil contoh dari wilayah kehidupan mana saja, dan kita akan menemukan bagaimana imaji yang paling mustahil sekali pun akan menjadi nyata di bumi surga jatuh ini.

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan ladang cukup menghidupimu
Tiada badai, tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Sajak surelis yang diciptakan Koes Plus tiga decade setelah bumi surga ini merdeka, seperti mewakili imaji jutaan penhuninya. Semua orang percaya negeri ini sangat kaya raya. Bahkan lautan pun sejatinya adalah hamparan kolam susu yang takkan habis dinikmati. Dan selama ratusan tahun keindahan surga itu menjadi kutukan bagi para penghuninya. Mereka menjadi korban rebutan dari bangsa-bangsa Eropa. Kekayaan surga ini diangkut ke Eropa untuk membangun kanal-kanal, mengembangkan kota-kota dan peradaban yang berbinar-binar. Sementara dirinya sendiri terpuruk dalam kemiskinan dan penderitaan yang dalam.
Malangnya, puluhan tahun setelah merdeka pun, surga yang jatuh ini tetap berkubang dalam kemiskinan dan penderitaan yang dalam. Bukan karena kekayaannya diangkut ke Eropa, melainkan dirampok oleh anak-anaknya sendiri. Bahkan, imaji yang paling liar sekali pun tidak akan sanggup mencapai titik dimana anak-anak memiliki kesanggupan hati untuk merampok keluarganya sendiri. Tapi itulah yang terjadin di atas negeri ini. Negeri surga yang jatuh ke bumi.
Para pencuri, dimana pun, akan menundukkan kepala ketika disorot kamera. Akibat menhan malu yang luar biasa. Tapi, apa yang terjadi pada anak-anak negeri ini adalah diluar imaji manusia. Sebab, mereka yang mencuri itu, justru tersenyum manis memamerkan barisan giginya yang putih rapi tatkala keluar dari gedung KPK. Atau ingatlah bagaimana seorang laki-laki muda yang sudah memiliki empat orang istri, bahkan bisa meniduri puluhan wanita cantik penghuni majalah selebritis dunia. Dan untuk itu, dia sanggup menghancurkan masa depan jutaan anak penghuni negeri yang jatuh dari surga ini.
Belum lagi, banyak penghuni surga yang jatuh ini yang mengidap birahi kekuasaan. Dia akan berjuang habis-habisan dengan segala metode untuk menjadi pejabat, berkuasa dan akhirnya meringkuk di penjara. Bahakan demi memenuhi birahi kekuasaanya, ada yang rela berendam di telaga sejak matahari terbenam hingga fajar tiba. Atau pula, ada yang tega berasyik masyuk dengan orang yang bukan pasangannya sebagai syarat menjadi kaya. Jangan lupakan pula, seorang anak muda yang selalu berkutbah tentang kebaikan dan jalan Tuhan, yang setiap penampilannya selalu menunjukkan kesalehan, sejatinya adalah manusia busuk yang tega menjual Tuhan dan agama untuk mengisi perutnya. Dongeng, mitos, mimpi dan khayalan: semua menjadi nyata.
Kalau saja aku menjadi Tuhan, maka sudah tidak lagi aku temukan alas an untuk mempertahankan kehidupan anak Adam ini, besok pagi, saat pertama kali sinar matahari menyentuh bumi, akan aku porak-porandakan dan hapus sejarah mereka dari muka bumi. Tapi, kalau ada satu saja penghuni surga yang jatuh itu yang memohon ampun padaku, bersujud memohon kasih sayangku dan ingin hidup BERSAMA denganku, maka aku akan berpikir seribu kali untuk membinasakan mereka hingga tak bersisa.
Maka inilah Maiyah-ku


Prayogi R. Saputra

untuk Banawa Sekar

This entry was posted on Sunday, June 15, 2014 at 1:21 PM and is filed under , , , , , , , , , , . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 comments

Post a Comment