Surealisme Indonesia  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Surealisme Indonesia

Syahdan, suatu sore lebih dari setengah abad yangb lalu. Syaikh Muhammadn Salthut baru saja berjalan-jaln di suatu tempat di Pulau Jawa. Sepanjang perjalanan, Grand Syaikh Al Azhar itu berdesir darahnya. Setiap detik sepanjang hidupnya, Syaikh hanya menyaksikan Mesir yang bergurun seperti lautan pasir yang tidak berakhir. Namun kali ini, Syaikh menyaksikan pepohonan yang rimbun penuh dengan buah yang menggugah selera, sungai-sungai mengalir di bawahnya serta tanah yang subur ditumbuhi rerumputan. Persis seperti gambaran surga yang senantiasa Syaikh baca dari Al Qur’an. Dalam keterpesonaan, Syaikh Salthut –ulama besar yang menguasai segala ilmu itu- bergumam: Negeri inim sungguh seperti surga yang jatuh ke bumi. Rector Universitas Al Azhar itu mengaburkan batas antara kenyataan dan imaji. Kenyataan dan imaji pun saling berpeluk berkelindan. Mana yang nyata, mana yang imaji, tidak tegas lagi.

Bahtera Seribu Aneka Bunga (bagian kedua)  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

[sambungan Bahtera Seribu Aneka Bunga (bagian pertama)]



Ironi Sebuah Negeri dengan Aneka Potensi
            Nusantara sebuah negeri kaya raya dengan keunggulan yang secara komparatif sulit dicarikan bandingannya di negeri manapun di dunia ini termasuk dalam hal keindahannya atau sebagaimana diibaratkan oleh Mpu Tanakung sebagai bahtera (perahu besar) sebagai lambang perjalanan kehidupan warga bangsa dengan aneka bunga nan indah di dalamnya, ternyata kembali di era ini tidak kunjung membuat sadar para elit akan potensi kebesaran yang bisa diraih bangsa dan negerinya.

Bahtera Seribu Aneka Bunga  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

Bahtera Seribu Aneka Bunga
Upaya untuk Menggugah Kesadaran akan Potensi sebagai Bangsa Besar

Oleh: Achmad Rifai*

“Aku meninggalkan Jelitaku dahulu di peraduan, bukan karena aku lupa indahnya peraduan asmara, namun karena hasratku yang tak tertahankan untuk melukiskan keindahan tanah air” (Mpu Tanakung)

La Indonesia illa Nusantara  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , , , , , ,

La Indonesia illa Nusantara

9.1

Orang-orang Maiyah menangis hanya kepada Allah
Tidak kepada siapa dan apapun lainnya
Orang-orang Maiyah mensujudkan tangisnya
Di sajadah airmata Muhammad Imam tunggal kehidupannya
Sajadah airmata Rasulullah menjadi sungai panjang kerinduan
Mengalir menuju ufuk kesejatian dan keabadian
Mengalir hingga melampaui cakrawala akhir zaman
Sampai akhirnya menguap menghampa Di Sidratil Muntaha pesta sunyi rahasia

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa Saya Sedang Sakit [bagian kedua]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,


Regulasi Sebagai Sebuah Analgesik & Anti Inflamasi
            Sekian tahun bergabung di sebuah korporasi global, mengajarkan kepada saya bahwa kehidupan sebuah perusahaan ditopang dari dua hal utama yaitu tercapainya target pemasaran dan target pertumbuhan. Pencapaian target pemasaran diupayakan agar perusahaan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini. Serta target pertumbuhan ditetapkan dengan tujuan agar perusahaan memiliki peluang untuk tetap hidup dan bertahan serta berkembang di masa depan.

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa Saya Sedang Sakit [bagian pertama]  

Posted by Unknown in , , , , , , , , ,

Saya Sakit dan Tak Sadar Bahwa
Saya Sedang Sakit
Rio NS

            Anamnese sebagai satu SOP dalam penanganan penyakit oleh seorang dokter tidak jarang memunculkan satu kesulitan yang langsung menyergap ketika pasien harus menjelaskan “sedang sakit apa saya ini” karena akurasi yang membebani sehingga jawaban tersebut bisa dijadikan dasar bagi tenaga medis untuk melakukan diagnosa dan tentu saja langkah terapi pada tahap selanjutnya. Untuk itulah, pada dunia medis modern, dokter juga melihat gejala klinis dari sisi anatomi, fisologis dan bantuan diagnostik juga semakin canggih dengan menggunakan uji sample jaringan, penggunaan sinar rontgen dan olah laboratorium lainnya.

GAJAH MENCARI DAULAT  

Posted by Unknown in , , , , , , , , , ,

GAJAH MENCARI DAULAT
Sabrang Damar Panuluh


            Penjajahan paling efektif adalah bagaimana membuat si terjajah tak sadar bahwa dirinya dijajah. Penjajahan fisik itu kuno, berbiaya tinggi, dan beresiko tinggi.
Kalau dulu Belanda menjajah nusantara, pasti membutuhkan kekuatan militer yang besar. Kekuatan militer itu membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk me-maintain-nya. Semakin lama dijajah, si terjajah berubah menjadi bom waktu. Keresahan menimbulkan gerakan-gerakan yang pada waktunya akan meledak. Konflik akan terus terjadi dan lama kelamaan penjajahan jadi kegiatan yang sangat melelahkan. High cost high risk, tidak sesuai prinsip ekonomi katanya.